
NEWSNESIA.ID, GORONTALO- Polemik Batu Hitam di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, saat ini terus bergulir, belum ada solusi konkrit dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Padahal, potensi ini bisa menjadi instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Tokoh Gorontalo Ridwan Tohopi, angkat bicara soal polemik Batu Hitam di Bone Bolango tersebut. Mantan pejabat di Pemda Bone Bolango mengatakan, permasalahan Batu Hitam di Kabupaten Bone Bolango bisa diselesaikan, jika ada Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sehingga masyarakat secara legal dapatmenambang di WPR.
“Harusnya ada WPR. Kalau ada WPR, saya kira permasalahan itu clear. Dan ini harus diperjuangkan, sehingga polemik batu hitam ini tuntas,” kata Ridwan Tohopi.
Dengan adanya WPR ini kata Ridwan Tohopi, masyarakat tidak lagi was-was untuk menambang. Disamping itu, kontrol terhadap aktivitas pertambangan akan lebih mudah dilakukan pemerintah. Dan peling penting, tidak ada masyarakat penambang yang dirugikan.
Lebih lanjut salah satu tokoh pejuang pembentukan Provinsi Gorontalo ini mengatakan, potensi Batu Hitam yang dimiliki Bone Bolango soyogyanya menjadi instrumen dalam peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Potensi ini harus dikelola secara baik. Karena ini sangat berpotensi meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kita jangan hanya memberikan karpet merah kepada investor, tapi juga hars bisa memberikan ruang yang luas terhadap masyarakat lokal,” tegas mantan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo ini, saat diwawancarai newsnesia.id, Selasa (30/5/2023).
Terakhir Ridwan Tohopi berharap agar semua pihak dapat duduk bersama menyelesaikan masalah ini secara clear dengan mempertimbangkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya.(NN)























