
NEWSNESIA.ID (BOALEMO) – Bupati Boalemo, Rum Pagau menemui langsung korban bencana banjir, sekaligus meninjau kerusakan jalan dan jembatan akibat banjir di Kecamatan Wonosari, Rabu (26/03/2025).
Bencana banjir bandang tersebut terjadi pada Senin (24/03/2025) sekira pukul 17.00 Wita, atau menjelang buka puasa Ramadhan 1446 Hijriah. Sedikitnya ada 5 dusun di Desa Pangea dihantam banjir lantaran curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir.
Ke 5 dusun dimaksud yakni Dusun Iloponu Timur, Desa Pangea dengan jumlah korban genangan luapan banjir sebanyak 3 kepala keluarga. Disusul Dusun Olibuhu dengan korban genangan sebanyak 9 kepala keluarga. Masing-masing, Dusun Batu Api dan Dusun Sukatani korban genangan 10 kepala keluarga. Sedangkan, Dusun Kenanga paling banyak mencapi 16 kepala keluarga.
“Ada 2 rumah warga hanyut diseret arus banjir. Serta 1 jembatan tepatnya di Desa Saritani roboh. Untungnya, tidak ada korban jiwa dari kejadian ini,” tutur Ahmad Sukiman, warga Desa Pangea yang juga korban bencana banjir tersebut.
Mendengar itu, Bupati Boalemo Rum Pagau didampingi Kadis PU, Supandra Nur bersama Camat Wonosari, Lukman Amu dan para kepala desa turut melihat langsung kondisi pemukiman warga, hingga bantaran sungai yang jebol.
Di hadapan para warga, Bupati Rum Pagau menyampaikan bencana banjir tersebut terjadi akibat beberapa titik kawasan hutan sudah gundul. Karena itu, ia menawarkan beberapa solusi bagi masyarakat setempat.
Diantaranya, meminta kelompok tani agar mengusulkan bantuan bibit tanaman tahunan. Pasalnya, 2025 ini, Pemkab Boalemo tengah mengalokasikan bantuan bibit kelapa sawit, coklat dan tanaman pala.
“Kalau masyarakat mulai membudayakan tanaman kelapa sawit secara mandiri ditambah coklat dan pala, saya yakni kedepan bukan saja mampu menekan banjir. Tetapi ikut meningkatkan daya saing kesejahteraan masyarakat, karena hasil tanaman ini otomatis menambah pendapatan per kapitan warga itu sendiri,” tandas Bupati dijuluki Bapak Pembangunan Boalemo tersebut.(nn)























