Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Lonely in The Crowd: Dampak Buruk Sosial Media Dalam Sistem Sekuler Liberal

by NN Indonesia
7 Oktober 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
Ilus ist

Penulis: Rohayati S /Aktivis Perempuan

Istilah lonely in the crowd inilah yang selalu menggambarkan kondisi banyak pengguna media sosial saat ini, terlihat ramai dan terhubung di dunia maya, tetapi sebenarnya merasa sepi dan terasing dalam kehidupan nyata. Perasaan terhubung di sosial media tidak berarti menghilangkan perasaan sepi. Seseorang bisa begitu aktif di dunia maya tetapi minim interaksi sosial. Fenomena ini menarik perhatian mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY. Mereka melakukan riset berjudul “Loneliness in the Crowd: Eksplorasi Literasi Media Digital pada Fenomena Kesepian di TikTok melalui Konfigurasi Kajian Hiperrealitas Audiovisual”. Menurut teori hiperrealitas, representasi digital kerap dianggap lebih “nyata” daripada realitas itu sendiri, sehingga emosi yang dibentuk media dapat memengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial seseorang.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun media sosial seperti TikTok menghadirkan kesan terhubung dengan banyak orang, nyatanya justru memunculkan rasa sepi, keterasingan, dan masalah kesehatan mental karena interaksi yang dibangun hanyalah hasil rekayasa digital, bukan hubungan nyata. (detikEdu-Kamis, 18 Sep 2025 08:30 WIB).

Generasi Z dan Krisis Interaksi Sosial

Fenomena lonely in the crowd memperlihatkan bahwa masyarakat di era digital banyak yang merasa kesepian di tengah hiruk-pikuk media sosial. Gen Z bahkan disebut sebagai generasi yang paling rentan mengalami kesepian, insecure, hingga terganggu kesehatan mentalnya. Kondisi ini jelas bukan sekadar persoalan kurangnya literasi digital atau lemahnya manajemen penggunaan gawai, melainkan problem yang lebih dalam.

Pertama, masyarakat di era digital banyak yang merasa kesepian di tengah hiruk-pikuk bermedia sosial. Gen Z bahkan disebut sebagai generasi yang paling rentan terhadap rasa kesepian, insecure, hingga mengalami gangguan kesehatan mental. Semua ini bukan hanya persoalan kurangnya literasi digital atau manajemen penggunaan gawai, melainkan mencerminkan adanya masalah yang lebih mendasar.

Kedua, industri kapitalis yang menguasai media sosial telah menciptakan arus konten yang justru menimbulkan dampak buruk berupa sikap asosial. Masyarakat menjadi sulit bergaul di dunia nyata, bahkan dalam lingkup keluarga sekalipun pola hubungan terasa renggang dan jauh karena interaksi lebih banyak dialihkan ke ruang digital yang penuh rekayasa.

Ketiga, sikap asosial dan perasaan kesepian ini pada akhirnya akan berdampak buruk bagi umat. Generasi muda yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk menghasilkan karya produktif justru berubah menjadi generasi yang lemah dan tak berdaya. Lebih dari itu, kepedulian terhadap persoalan umat tidak akan mampu tumbuh dari masyarakat yang terjebak dalam kesepian dan keterasingan dirinya sendiri.

Dengan demikian, fenomena lonely in the crowd adalah cermin dampak buruk dari sistem kapitalisme sekuler-liberal yang membentuk cara manusia berinteraksi, sekaligus menyingkap betapa rapuhnya fondasi sosial yang dibangun di atas ilusi digital semata.

Generasi Muda Produktif dan Peduli Umat

Fenomena lonely in the crowd tidak boleh dibiarkan terus berlanjut, sebab dampaknya bukan hanya merusak individu tetapi juga melemahkan generasi dan umat secara keseluruhan. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi yang mendasar, bukan sekadar pendekatan teknis seperti literasi digital atau pembatasan penggunaan gawai.

Pertama, masyarakat harus menjadikan Islam sebagai identitas utama.
Identitas Islam akan mengarahkan manusia kepada tujuan hidup yang hakiki, yakni beribadah kepada Allah dan mengatur hubungan sosial sesuai dengan syariat-Nya. Selama masyarakat masih menjadikan sistem sekuler-liberal sebagai pijakan, mereka akan terus menjadi korban arus kapitalisme digital yang menjerumuskan pada kesepian, individualisme, dan sikap asosial. Allah berfirman:

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Ṭāhā: 124)

Ayat ini menunjukkan bahwa menjauh dari aturan Allah hanya akan membawa manusia pada kesempitan hidup, meskipun tampak ramai dan terhubung di dunia maya.

Kedua, negara memiliki peran penting dalam mengendalikan pemanfaatan dunia digital.

Negara seharusnya tidak menyerahkan ruang digital sepenuhnya pada logika pasar kapitalis yang hanya mengejar profit, tetapi mengarahkan penggunaannya agar sejalan dengan nilai-nilai Islam. Negara harus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap produktif dan berkontribusi dalam menyelesaikan problematika umat, bukan tenggelam dalam kesepian atau terjebak pada konten hiburan semu. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa pemimpin—termasuk negara—memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga umat dari kerusakan, termasuk dalam dunia digital.

Dengan menjadikan Islam sebagai identitas dan memastikan peran negara berjalan sesuai syariat, umat akan terbebas dari jeratan lonely in the crowd yang lahir dari sistem kapitalisme sekuler-liberal. Sebaliknya, mereka akan menjadi generasi yang kuat, produktif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan umat. Wallahu ‘alam Bishowab..(*)

 

Tags: Opini
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

f.antara
Opini

Karhutla Meluas, Korban Berjatuhan: Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi?

19 September 2026
Aris Setiawan
Opini

Bubarkan Saja KADIN Gorontalo

18 September 2026
Headline

Meluruskan Pandangan Kewenangan Polri dan PPNS Dalam Penegakan Hukum Cagar Budaya

11 September 2026
Next Post
Kepala Kantah Kota Gorontalo Kusno Katili

Kantor Pertanahan Kota Gorontalo Gelar Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Putusan Pengadilan Terkait Sengketa Tanah di Kelurahan Ipilo

Kantah Kota Gorontalo

Kantah Kota Gorontalo Laksanakan Pertimbangan Teknis Pertanahan untuk PKKPR Non Berusaha  

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Ilus ist

Lonely in The Crowd: Dampak Buruk Sosial Media Dalam Sistem Sekuler Liberal

1 tahun ago
Diduga barang bukti

Sembunyikan Sabu dalam Bungkus Rokok, Dua Pemuda Diamankan Satreskoba Polres Pohuwato

2 hari ago

Sekretariat DPRD Gorontalo Utara Gelar Serah Terima Jabatan Dua Kepala Bagian

11 jam ago
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Bupati Gorut Thariq Modanggu-f.ist

Gusnar Dukung Thoriq

1 hari ago
Foto hms

Inspektorat Provinsi Gorontalo Laksanakan Entry Meeting Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Gorontalo Tahun 2026

3 hari ago
Foto. Hms

Inspektorat Provinsi Gorontalo Gelar Pemutakhiran Tindak Lanjut Hasil Pengawasan BPKP

2 hari ago
Winarni Monoarfa-f.antara

Prof. Winarni Monoarfa PAW Rachmat Gobel

2 bulan ago
Foto humas PGM

Pani Gold Mine Cek Kesehatan Dan Gizi Ibu Hamil dan Anak di Desa Hulawa

3 hari ago

Kopi Punik Sumbawa: Citarasa Excellent Keliling Dunia, Startup #eNgOpi

5 tahun ago
Jajaran Polsek Bunta berhasil menangkap tiga terduga pelau penyalahgunaan narkoba. (f.Humas Polres Banggai)

Narkoba, Polsek Bunta Ringkus Tiga Terduga Pelaku

6 tahun ago

Terbaru

Daerah

Sekretariat DPRD Gorontalo Utara Gelar Serah Terima Jabatan Dua Kepala Bagian

by Editor
19 Oktober 2026
0

NEWSNESIA.ID – Sekretariat DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, melaksanakan kegiatan serah terima jabatan Dua Kepala Bagian. Dipimpin langsung...

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Bupati Gorut Thariq Modanggu-f.ist

Gusnar Dukung Thoriq

18 Oktober 2026
Diduga barang bukti

Sembunyikan Sabu dalam Bungkus Rokok, Dua Pemuda Diamankan Satreskoba Polres Pohuwato

17 Oktober 2026
Kepala Dinas Dikbud Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad-f.hms

SMA Negeri 1 Pulubala Masuk Daftar Usulan Prioritas Revitalisasi

17 Oktober 2026
f.hms

Gusnar-Idah Hadiri Penganugerahan Gelar Adat Pulanga Terhadap Sofyan Puhi

17 Oktober 2026
Foto. Hms

Inspektorat Provinsi Gorontalo Gelar Pemutakhiran Tindak Lanjut Hasil Pengawasan BPKP

17 Oktober 2026
Alvian Mato

Diduga Sebarkan Hoax, Akun buheligorontalo Berpotensi Dipidanakan Pemprov

16 Oktober 2026
Foto hms

Inspektorat Provinsi Gorontalo Laksanakan Entry Meeting Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Gorontalo Tahun 2026

16 Oktober 2026
Foto humas PGM

Pani Gold Mine Cek Kesehatan Dan Gizi Ibu Hamil dan Anak di Desa Hulawa

16 Oktober 2026
Foto.hms

Bangun Sinergi, Disnaker dan Polda Gorontalo Dorong Penguatan Ketenagakerjaan

16 Oktober 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.