
NEWSNESIA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Program Studi Teknik Industri Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2025, melaksanakan Focus Group Discussions (FGD) Ke 2, Di Desa Muara Bone, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (30/5/2025).
FGD ini bertujuan untuk menggali serta memprioritaskan potensi lokal yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari program pembangunan desa berbasis partisipatif.
Dalam diskusi yang dihadiri oleh aparat desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok tani setempat, mahasiswa KKN MBKM Teknik Industri memfasilitasi pemetaan isu-isu strategis serta peluang pengembangan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Beberapa potensi yang menjadi sorotan antara lain pengolahan hasil pertanian, pengembangan UMKM berbasis produk lokal, serta peningkatan kapasitas manajemen ekonomi desa.
Koordinator Desa KKN MBKM, Abdul Wahid K Atima, menjelaskan bahwa kegiatan FGD II ini penting untuk memastikan bahwa program kerja mahasiswa sejalan dengan visi pembangunan desa.
“Kami ingin setiap kegiatan yang dilakukan mahasiswa bisa memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat Muara Bone,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Muara Bone,Alfrits Ana, S. Pd., memberikan apresiasi atas pendekatan yang dilakukan oleh mahasiswa.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami merasa dilibatkan dan didengarkan. Kami juga berharap mahasiswa bisa mendampingi kami dalam menyusun strategi untuk mengembangkan potensi desa secara maksimal,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Andi Maga Umara, S. Pd,. M. Pd., menambahkan bahwa kegiatan FGD merupakan bagian dari metode pendekatan bottom-up yang diterapkan mahasiswa untuk menghasilkan program yang solutif dan berbasis data lokal.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan desa,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing melalui pendekatan teknologi, inovasi, dan partisipasi aktif masyarakat. (***)

















