
NEWSNESIA.ID, KWANDANG – Desa Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, tak lama lagi dapat menikmati listrik 24 jam tanpa harus menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Begitu dikatakan anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara Lukum Diko usai mendampingi Tim Nasional Penataan Alur Pipa dan Kabel Bawah Laut, belum lama ini.
Lukum mengatakan saat ini untuk pemasangan jaringan dan gardu telah selesai. Hanya tinggal pemasangan kabel bawah laut dan pembangunan gardu penghubung.
Dan patut disyukuri bahwa pemasangan kabel bawah laut tersebut sudah dilengkapi dengan fiber optik untuk jaringan internet.
“Jadi mereka (masyarakat,red) juga sudah bisa menikmati fasilitas wifi atau internet nanti,” kata Lukum.
Namun, kata Legislator Partai Golongan Karya (Golkar) untuk pembangunan gardu penghubung masih terkendal dengan status hibah tanah.
“Pembangunan gardu penghubung, kendalanya tinggal surat hibah dari pemilik lahan,” jelas Lukum.
Guna mempercepat proses pembangunan gardu tersebut, dirinya berharap kepada pemerintah desa dan kecamatan, agar membantu proses hibah tanah.
Ada dua titik yang rencananya akan dibangun gardu penghubung, titik pertama di Desa Ibarat dan titik kedua lagi di Desa Dudepo.
“Kedua kepala desa yakni Kades Dudepo dan Kadesa Ilangata langsung action dan telah menemui masyarakat selaku pemilik lahan tersebut,” ujar Lukum.
Pembangunan gardu penghubung, lanjut Lukum akan diupayakan selesai pada tahun ini. Cepat atau lambat tergantung dari hibah tanah.
“Karena setelah hibah tanah selesai, oleh mereka langsung dilelang untuk siapa nantinya yang akan memasang kabel bawah laut ini,” tandasnya. (Rol)























