Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Membangun Kualitas Demokrasi Melalui Pilkada Damai

by NN Indonesia
16 November 2020
in Opini
Reading Time: 2 mins read
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Oleh: Dr. H. Abdul Wahid, MA-(Muballigh dan Akademisi Makassar)

Kualitas demokrasi artinya parameter untuk menilai baik dan buruknya pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Dengan kata lain kualitas yaitu “kesesuaian antara harapan dan kenyataan”.

Pemerintah khususnya KPU mengharapkan penyelenggaraan Pilkada serentak tahun ini bisa menghasilkan demokrasi yang “bersih, damai dan bermartabat”. Dalam mewujudkan harapan tersebut, maka diselenggarakan Pilkada sebagai salah satu instrumen demokrasi itu sendiri.

Di sisi lain, Pilkada adalah salah satu ikhtiar dari negara untuk melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan yang terkait penentuan tongkat kepemimpinan daerah lima tahun mendatang. Karena hakikat demokrasi sebagaimana kita pahami bahwa suara rakyat diposisikan sebagai penentu dan pemegang kekuasaan tertinggi atau dengan istilah lain “suara rakyat adalah suara Tuhan”.

Dalam tataran pelaksanaannya, demokrasi pada setiap negara berbeda-beda, sebut saja misalnya di Amerika Serikat demokrasi yang dipraktikkan adalah model demokrasi liberal dimana sistem politik yang mereka anut lebih mengedepankan kebebasan individu.

Sementara di Indonesia model demokrasi kita adalah demokrasi Pancasila. Artinya sebuah sistem demokrasi yang berbasis pada perpaduan antara nilai-nilai agama dan kearifan lokal (local wisdom) yang terangkum dalam Pancasila.

Untuk mengukur kualitas demokrasi di Indonesia, khususnya dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini, maka harus mengacu dari asas-asas moral yang terkandung dalam Pancasila diantaranya; (1) asas ketuhanan atau agama. Artinya seluruh tahapan Pilkada para kontestan diharapkan dapat mengamalkan nilai-nilai agama seperti kejujuran, transparansi dan pada saat yang sama tidak mempolitisasi agama dan rumah ibadah ke dalam politik praktis. (2) asas kemanusiaan yang beradab”. Artinya para kontestan diharapkan semaksimal mungkin untuk saling menghargai, tidak saling memfitnah dan menjatuhkan termasuk berupaya untuk menghimbau kepada masing-masing pendukungnya untuk menghindari tindakan yang dapat merusak nama baik lawan politiknya apalagi yang berkaitan dengan masalah pribadi. (3) Asas persatuan. Kualitas demokrasi akan dapat dilihat ketika kontestasi dalam ajang Pilkada serentak tahun ini tidak sampai merusak kerukunan, dan persatuan sesama anak bangsa.

Perbedaan pendapat atau sudut pandang dalam melihat suatu persoalan kerap kali terjadi dalam kehidupan berbangsa. Bahkan, tidak jarang kita jumpai perbedaan pendapat tersebut berujung dengan permusuhan. Padahal, semua itu bisa diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan, yakni dengan musyawarah.

Ending dari demokrasi adalah menghadirkan spirit musyawarah sesama anak bangsa diantaranya melalui pelaksanaan Pilkada. Musyawarah adalah solusi yang paling tepat dalam menyelesaikan seluruh persoalan bangsa, hal yang demikian ini sejalan dengan pesan moral dari al-Qur’an, “Dan bermusyawarahlah dalam segala urusan”. (QS. as Syura: 38).

Kalau musyawarah merupakan esensi dari demokrasi, maka seharusnya perbedaan pilihan politik di tengah masyarakat tidak kemudian membuat masyarakat saling membenci apalagi menjurus pada tindakan yang menganggu kamtibmas.

Oleh karena itu, sudah saatnya para kontestan, pendukung, tokoh agama dan tokoh masyarakat membangun kesadaran kolektif bersama dengan jajaran Polri untuk berpartisipasi mengawal proses Pilkada, agar tetap berjalan aman dan lancar. Kebersamaan akan melahirkan kekuatan, dan kekuatan akan mempermudah terwujudnya Pilkada yang bersih, aman dan bermartabat.(*)

Tags: DemokrasiDr. H. Abdul Wahid
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Aiman Syakil
Ekonomi

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Next Post
Sekda Gorontalo Utara, Ridwan Yasin. (F. Istimewa)

Disebut Pembantu Bupati Amatiran, Ini Tanggapan Panglima ASN Gorut

Sekda Gorut Ridwan Yasin berdiskusi singkat dengan Gubernur Rusli Habibie, disela-sela rapat Forkopimda, Selasa (17/11/2020)

Gorut Segera Lakukan Penindakan Pelanggar Protokol Kesehatan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Pegadaian Hadir untuk Masyarakat, 100 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis di Gorontalo

21 jam ago
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Membangun Kualitas Demokrasi Melalui Pilkada Damai

6 tahun ago

Terima Kasih Pegadaian, Khitan Massal Gratis Beri Manfaat Nyata bagi Warga

19 jam ago
Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni saat jadi Khatib

Busroni dan Harapan Tentang Polisi yang Baik

18 jam ago

Disetujui Seluruh Fraksi, DPRD Gorontalo Utara Terima Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025

1 hari ago
f.ist

Saatnya BUMD Provinsi Gorontalo Bangkit!

3 bulan ago
Alvian Mato

Pemprov Bantah Tuduhan Pemkot Gorontalo

2 bulan ago
Ilustrasi sertipikat

Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya

4 minggu ago
Foto : Nenek Farida (74) korban PHK Sepihak oleh Ko Lay.

Miris! Ditengah Riuh Puncak Penas Ke XVII, Ada Nenek Petani 74 Tahun Di PHK Sepihak Tanpa Pesangon

1 minggu ago

Terbaru

Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni saat jadi Khatib
Polres Pohuwato

Busroni dan Harapan Tentang Polisi yang Baik

by Mustafa Dako
1 Juli 2026
0

  Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni saat jadi Khatib POHUWATO-NN- Di mata sebagian orang, kantor polisi adalah tempat...

Terima Kasih Pegadaian, Khitan Massal Gratis Beri Manfaat Nyata bagi Warga

1 Juli 2026

Pegadaian Hadir untuk Masyarakat, 100 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis di Gorontalo

1 Juli 2026

Disetujui Seluruh Fraksi, DPRD Gorontalo Utara Terima Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025

30 Juni 2026

Semester I 2026, Polda Gorontalo Ungkap Puluhan Kasus C3, PETI, dan Narkoba Jelang Hari Bhayangkara

30 Juni 2026

DPRD Gorontalo Utara Genjot Pembahasan Ranperda Pilkades dan PilBPD

29 Juni 2026
f.hms

Gusnar Ismail; Kesuksesan PENAS jadi Spirit Bangun Daerah

29 Juni 2026

Roem Kono Apresiasi PENAS Sukses: Angkat Martabat Gorontalo

29 Juni 2026
Konferensi Pers Pemprov Gorontalo pasca PENAS XVII.

Dari Ajang PENAS XVII, Gorontalo Beri Hadiah Untuk Indonesia

28 Juni 2026
f.hms

Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemprov Gorontalo Perkuat Komoditas Lokal

26 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.