Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Pemuda Menjadi Aset Pembangunan Ekonomi Bangsa, Akankah Mampu Wujudkan Perubahan Sejati?

by NN Indonesia
13 November 2023
in Opini
Reading Time: 3 mins read
Ilustrasi-nusantaratv

Oleh : Nurfajri Aulia

Jika berbicara tentang pemuda maka yang ada di benak kita bahwa pemuda merupakan seorang yang memiliki fisik yang kuat, daya pikir yang luas dan berbagai potensi besar sebagai pembawa perubahan dalam sebuah peradaban. Karena itu, dalam setiap peringatan sumpah pemuda selalu dikaitkan dengan pemuda sebagai pembawa perubahan kearah kemajuan bangsa.

Namun, jika melihat potret pemuda hari ini khususnya pemuda Indonesia, menjadi dipertanyakan apakah mampu menjadi pembawa perubahan untuk memajukan bangsa?.

Indonesia memiliki bonus demografi yaitu lebih banyaknya penduduk usia muda dibandingkan yang tua. 69% penduduk Indonesia merupakan usia produktif antara 15-64 tahun. Hanya saja dibalik tingginya penduduk usia produktif tersebut, yang menjadi pelaku kriminal, pecandu narkoba, pelaku tindakan bunuh diri, dan berbagai tindakan amoral lainnya pelakunya justru adalah pemuda.

Disisi lain di antara banyaknya masalah, negara justru terus membajak dan mendorong potensi pemuda agar fokus menjadi aset pembangunan ekonomi bangsa.

Dilansir dari liputan6.com. Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan untuk saatnya bagi pemuda mengobarkan semangat dan berkontribusi wujudkan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk Indonesia.

Dengan tingginya angka pengangguran dan kemiskinan yang melanda negeri, penguasa juga terus mendorong pemuda agar membuka lapangan pekerjaan untuk menunjang perekonomian negara, yang sejatinya membuka lapangan pekerjaan membutuhkan modal besar. Bahkan wanita muda pun di dorong untuk ikut membangun perekonomian, seolah dipaksa menjadi tulang punggung keluarga sekaligus tulang punggung negara. Padahal wanita hakikatnya merupakan ummu wa robbatul bait bukan tulang punggung.

Tidak hanya itu, sejak dini pun masyarakat sudah ditanamkan pemahaman bahwa sekolah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, bukan untuk membentuk insan berkepribadian mulia. Sehingga akhlak mulia bagi generasi menjadi harapan kosong dalam pendidikan.

 

Jangan Salah Fokus

Mengentaskan kemiskinan dan banyaknya angka pengangguran karena sulitnya mendapat pekerjaan bukanlah masalah yang harus diselesaikan oleh pemuda.

Potensi besar pemuda yang terus dibajak untuk pembangunan ekonomi demi mengentaskan kemiskinan, justru memandulkan peran negara dalam kewajibannya menyejahterakan rakyat dan mengalihkan pemuda dari akar masalah kemiskinan yang sebenarnya. Serta mengikis potensi pemuda sebagai pembawa perubahan sejati, pembawa perubahan yang seharusnya menyelesaikan berbagai masalah negeri dengan aturan Islam yang diberikan Allah sang pencipta yang maha pengatur.

 

Hakekatnya menyejahterakan rakyat adalah tugas negara bukan individu atau masyarakat. Negara yang seharusnya menyediakan lapangan pekerjaan dan menunjang kebutuhan rakyatnya. Karena ini merupakan masalah tersistem bukan masalah individu per individu, sehingga negaralah yang harus menyelesaikan masalah kemiskinan yang dihadapi.

Hanya saja, selama masih menganut sekular kapitalis negara tidak akan bisa mengentaskan masalah kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Pada negara-negara kapitalis kekayaan hanya akan bertumpu pada segelintir orang kaya saja, penguasa dan para pengusaha bermodal besar. Bahkan kekayaan negara bebas dikelola swasta dan dimiliki oleh pihak asing, sedangkan rakyat hanya mendapat butir-butir kecil dari banyaknya rupiah yang dimiliki asing dari hasil kekayaan negara. Rakyat kecil harus bersusah payah demi untuk mendapat sebutir nasi sedangkan pemilik modal bergelimang harta.

Dalam kapitalis pemuda dibentuk untuk menjadi tenaga kerja terampil, sehingga menghasilkan rupiah sebanyak-banyaknya dan menguntungkan para pemilik modal. Potensi pemuda akan terus dibajak sebagai tenaga kerja yang berfikir individualis dan pragmatis. Agar potensinya sebagai pribadi bertakwa dan pembawa perubahan ditengah-tengah umat hilang, karena tersibuki dengan permasalahan ekonomi dan berbagai gaya hidup konsumtif.

Tidak heran, para pemuda justru menjadi pelaku kriminalitas karena sekularisme yang dianut negara menjadikan pemuda hidup hanya berorientasi pada kehidupan duniawi dan mengejar materi semata. Jauh dari ajaran Islam, kosong akan pemahaman Islam kaffah, sehingga menjadi generasi rapuh karena hilangnya ketakwaan dalam diri.

 

Islam Agama Perubahan

Islam yang dibawa Rasulullah merupakan agama perubahan. Dari penduduk mekkah jahiliyah, menjadi mekkah yang menjadi bagian dari kemajuan peradaban Islam saat terbentuknya pemerintahan gemilang khilafah Islamiyah masa Rasulullah hingga pemerintahan Khilafah Turki utsmani.

Islam memperhatikan peran pemuda dan mengarahkan negara untuk membangun pemuda menjadi generasi pembangun peradaban mulia, pemuda cerdas bertakwa, memiliki pola pikir dan kepribadian Islam. Sehingga orientasi hidupnya tidak hanya duniawi, tapi jauh kedepan hingga kehidupan akhirat.

Potensi pemuda muslim tidak dibajak untuk menunjang perekonomian, melainkan diberikan fasilitas untuk menunjang mereka agar dapat berkarya, berkontribusi untuk ummat. Hal ini karena Islam mengharuskan negara menjamin kesejahteraan rakyat, menyediakan lapangan pekerjaan dan melarang keras pihak asing memiliki kekayaan negara. Kekayaan negara berupa emas, nikel, minyak, air dan banyak kekayaan lainnya adalah milik ummat. Negara hanya diberi wewenang untuk mengelola dan hasilnya sepenuhnya diberikan kepada masyarakat. Bahkan pendidikan pun diberikan gratis tanpa memandang si kaya atau si miskin. Islam pun mengharamkan negeri-negeri muslim dikuasai oleh pihak penjajah asing.

Sungguh, ini sudah banyak digambarkan para sejarawan muslim terpercaya. Bagaimana Islam menorehkan tinta emas peradaban lewat pemuda-pemuda bertakwa nan mulia, dan menghasilkan berbagai karya hebat sebagai ilmuwan yang sangat berpengaruh pada kemajuan peradaban hingga kini.

Mengharapkan kemajuan pada kapitalis hanyalah mimpi, tidak akan bisa mewujudkan pada perubahan sejati. Terbukti berbagai upaya dilakukan demi mengharapkan kemajuan malah semakin mengarah pada jurang kemerosotan. Sedangkan Islam mengajak pada perubahan dengan aturan Allah swt, sang pencipta dan pengatur kehidupan.(*)

 

Tags: Pemuda
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

f.antara
Opini

Karhutla Meluas, Korban Berjatuhan: Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi?

19 September 2026
Aris Setiawan
Opini

Bubarkan Saja KADIN Gorontalo

18 September 2026
Headline

Meluruskan Pandangan Kewenangan Polri dan PPNS Dalam Penegakan Hukum Cagar Budaya

11 September 2026
Next Post

Bawaslu Pastikan Penertiban APK Sesuai Ketentuan

Turun Monitoring APS di Bonbol dan Gorut, Ini Penekanan Bawaslu Provinsi ke Jajaran

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Ilustrasi-istimewa

Pemuda Menjadi Aset Pembangunan Ekonomi Bangsa, Akankah Mampu Wujudkan Perubahan Sejati?

3 tahun ago
Ketua KNPI Bone Bolango, Opan Kidamu.

Puluhan Tahun Keberadaan PT GM Dinilai Tak Punya Asas Manfaat, Ketua KNPI Bone Bolango : Usir Saja!

1 hari ago
Dinas PUPR-PKP

PUPR-PKP Jelaskan Soal Kekurangan Volume Pekerjaan Jalan Brigjen Piola Isa

2 hari ago
Eks Pj Gubernur Hamka Hendra Noer saat digiring ke Lapas Gorontalo usai terseret kasus dugaan korupsi Command Center Video Wall yang merugikan negara sebesar Rp 1.7 Milyar.

Sempat Tertunda karena Sakit, Eks Pj Gubernur Gorontalo Akhirnya Ditahan dalam Kasus Command Center

2 hari ago
Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie dukung lomba cerdas cermat bahasa daerah yang digagas Universitas Terbuka.

Dukung Lomba Cerdas Cermat Bahasa Daerah, Idah Ingin Bahasa Gorontalo Tetap Hidup

1 hari ago
f.hms

Gubernur Gorontalo Dukung Penuh Pembangunan Kantor BAKAMLA di Atinggola

2 hari ago
Nampak sejumlah pengurus KKIG Bali mengunjungi salah seorang warga Gorontalo yang terbaring sakit di Jembrana, Bali.

Butuh Bantuan, Warga Gorontalo Ini Sakit Parah di Bali, Sebatang Kara

6 tahun ago
Sekda Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim saat memimpin rapat pleno dalam menyambut HUT Korpri ke-55.

Sambut HUT ke-55 Korpri, Sekda Gorontalo: Perayaan Dikemas Sederhana, Tetap Semarak

2 hari ago
YR TIM kolaborasi suplai air bersih untuk warga

7 Pekan! YR TIM tetap Konsisten Penuhi Kebutuhan Air Bersih untuk Warga Pohuwato, total sudah 606,5 m³

4 hari ago
f.ist

Puncak Botu Respon Warning Wakil Ketua Dekot Rivai Bukusu

2 hari ago

Terbaru

Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie dukung lomba cerdas cermat bahasa daerah yang digagas Universitas Terbuka.
Gorontalo

Dukung Lomba Cerdas Cermat Bahasa Daerah, Idah Ingin Bahasa Gorontalo Tetap Hidup

by NN Indonesia
31 Oktober 2026
0

Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie NEWSNESIA.ID, Gorontalo — Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mendukung penyelenggaraan...

Ketua KNPI Bone Bolango, Opan Kidamu.

Puluhan Tahun Keberadaan PT GM Dinilai Tak Punya Asas Manfaat, Ketua KNPI Bone Bolango : Usir Saja!

31 Oktober 2026
f.hms

Gubernur Gorontalo Dukung Penuh Pembangunan Kantor BAKAMLA di Atinggola

31 Oktober 2026
f.ist

Puncak Botu Respon Warning Wakil Ketua Dekot Rivai Bukusu

31 Oktober 2026
Dinas PUPR-PKP

PUPR-PKP Jelaskan Soal Kekurangan Volume Pekerjaan Jalan Brigjen Piola Isa

31 Oktober 2026
Sekda Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim saat memimpin rapat pleno dalam menyambut HUT Korpri ke-55.

Sambut HUT ke-55 Korpri, Sekda Gorontalo: Perayaan Dikemas Sederhana, Tetap Semarak

30 Oktober 2026
Eks Pj Gubernur Hamka Hendra Noer saat digiring ke Lapas Gorontalo usai terseret kasus dugaan korupsi Command Center Video Wall yang merugikan negara sebesar Rp 1.7 Milyar.

Sempat Tertunda karena Sakit, Eks Pj Gubernur Gorontalo Akhirnya Ditahan dalam Kasus Command Center

30 Oktober 2026
f.hms

Pihak SPPG Wumialo Berjanji Lakukan Perbaikan

30 Oktober 2026
f.hms

KPU Kabgor Gelar Konsultasi Publik, Perkuat Kualitas dan Pelayanan Informasi Publik

30 Oktober 2026
grafis-ist

Provinsi Gorontalo Masuk 9 Daerah di Indonesia yang Sesuai dalam Pengalokasian DAU SG

29 Oktober 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.