Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Peran Tokoh Agama Sangat Diharapkan dalam Mencegah Terjadinya Perang Kelompok Antar Warga di Tengah Pandemi Covid-19

by NN Indonesia
16 September 2021
in Opini
Reading Time: 2 mins read
Dr.H.Abdul Wahid,MA.,

Oleh: Dr. H. Abdul Wahid, MA-(Muballigh dan Akademisi Makassar)

Bagi masyarakat kota Makassar aksi tawuran mungkin sudah tidak asing lagi, karena kerap terjadi di kota yang dijuluki kota Daeng. Sebut saja misalnya Minggu sore (12/9/2021) kembali tawuran terjadi antar kelompok warga di perbatasan Kelurahan Karuwisi Utara Kecamatan Panakkukang dan Keluraha Tammua, Kecamatan Tallo. Hingga akihirnya mengakibatkan jatuhnya korban jiwa (meninggal) dunia seorang anak muda bernama Akbar yang terkena anak panah.

Sebahagian kelompok masyarakat di Makassar dapat diibaratkan seperti daun kering di musim kemarau yang sangat rentan terbakar jika ada percikan api sedikit saja yang memicunya. Luapan emosi yang sangat tinggi kemudian membuat sebahagian kelompok masyarakat ini tidak bisa berfikir jernih hingga akhirnya berujung pada tawuran antar kelompok.

Menyikapi fenomena ini, andil (peran) tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat dinantikan, bersinergi dengan aparat Kepolisian untuk memberi pencerahan, edukasi dan bimbingan kepada masyarakat sehingga dengan upaya ini ke depan peristiwa tawuran dan tindak kejahatan lainnya yang berpotensi mengganggu kamtibmas dapat dicegah.

Menyerahkan situasi kamtibmas hanya kepada pihak Kepolisian semata tentu adalah sikap yang keliru dan kurang bijak, sebab secara moral situasi keamanan dan ketertiban adalah tanggungjawab kita bersama sebagai bangsa khususnya para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Hal senada dikemukakan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, situasi kamtibmas di kota Makassar, Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi tugas pihak Kepolisian, namun tugas kita semua untuk menjaganya terutama para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar kiranya tidak bosan-bosan memberi nasihat dan himbauan kepada masyarakat untuk tidak mudah terpancing dengan isu yang belum tentu benar.

Karena itu kalau pun ada hal-hal yang dianggap berpotensi mengganggu situasi kamtibmas segera laporkan kepada pihak Kepolisian terdekat atau dengan menekan saluran telepon 110, maka dalam waktu yang relatif singkat pihak Kepolisian akan meresponnya, sehinga dengan demikian akan mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, ujar Kombes Zulpan.

Diantara hal yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa tawuran adalah salah satu perbuatan yang sangat tercela, bertentangan dengan prinsip-prinsip budaya orang Sulawesi Selatan yang selama ini dikenal sangat ketat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang disingkat 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge). Ketiga hal ini merupakan falsafah orang Bugis Makassar yang memiliki arti saling menghormati, saling menghargai dan saling mengingatkan.

Ketiga prinsip budaya tersebut di atas sejalan dengan nilai-nilai ajaran agama, sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an, ”Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat (QS. Al-Hujurat ayat 10)”

Dari sini dipahami bahwa masyarakat yang kerap bertikai hinggai terjadinya tawuran adalah dipicu oleh karena mereka kurang memahami atau lupa terhadap falsafah hidup yang telah diwariskan oleh para leluhur sejak dulu. Jika saja mereka yang selama ini kerap terlibat tawuran lebih mengedepankan rasa saling menyayangi, menghormati antar sesama dan mampu mengendalikan emosi, maka yakinlah tawuran tidak akan terjadi.

Negara kita adalah negara hukum, untuk itu jika ada hal-hal yang dianggap berpotensi mengganggu kamtibmas, mari kita serahkan kepada pihak yang berwajib, hindari main hakim sendiri agar situasi kamtibmas di kota Makassar, Sulawesi Selatan khususnya dan daerah lainnya di Indonesia tetap terjaga dengan baik apa lagi saat ini bangsa kita masih dalam situasi pandemi. (*)

Tags: Dr. Abdul WahidMuballighTawuran
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Opini

Kebijakan Daring Pasca Lebaran: Solusi atau Ancaman bagi Pendidikan?

3 April 2026
Tim Hukum Pemda, Adnan Parangi, SH.,MH
Headline

Tanggapan Atas Aksi Demonstrasi

28 Februari 2026
Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah-f.hms
Headline

Menembus Ekspektasi

20 Februari 2026
Next Post
Petugas tengah mengevakuasi mayat yang ditemukan.(f.istimewa)

Mayat Perempuan Ditemukan, Mulai Membusuk

Anggota DPRD Gorut Alhamid Otoluwa

Festival Saronde di Tengah Pandemi, Pemda Diingatkan Soal Ini

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

f.ist

Korban Penikaman di Gorontalo jadi Tersangka, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Kriminalisasi Pembelaan Diri

2 hari ago
f.ist

Pasca Putusan Praperadilan, Rongki Ali Gobel : Harusnya ZH Alias ‘Kak Kuhu’ Segera Ditahan!

1 hari ago
Dr.H. Abdul Wahid

Peran Tokoh Agama Sangat Diharapkan dalam Mencegah Terjadinya Perang Kelompok Antar Warga di Tengah Pandemi Covid-19

5 tahun ago
f.ist

Di Forum Warek III PTKI, Sahmin Madina Suarakan Agenda Nasional 2028 di Gorontao

2 hari ago

Praperadilan Konten Kreator ‘Ka Kuhu’ Ditolak, Status Tersangka Tetap Sah

2 hari ago
f.hms

Pelantikan Ketua TP PKK Bone, Ismet Mile Pertegas Peran Dasawisma Desa ‎

1 hari ago
f.helmi

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Kotamobagu, Kejaksaan Tunggu Hasil audit

12 jam ago
f.ist

Mudik Nataru, Pemerintah Beri Diskon 13 Persen Tiket Pesawat

4 bulan ago
Dirreskrimsus Polda Gorontalo Maruly Pardede.

Usai Praperadilan Ditolak, ZH Terancam Dijemput Paksa Polisi

22 jam ago

Terbaru

Ilustrasi Pangkalan LPG
Daerah

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Informasi Pendaftaran Pangkalan LPG Berbayar adalah Hoax

by NN Indonesia
15 April 2026
0

Ilustrasi Pangkalan LPG NEWSNESIA.ID, Makassar, 15 April – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa informasi yang...

f.hms

Realisasi Fisik dan Keuangan Maret 2026 Lampaui Target

15 April 2026
f.helmi

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Kotamobagu, Kejaksaan Tunggu Hasil audit

15 April 2026
f.hms

Pani Gold Mine Alokasikan 21,63 Milyar untuk Program Pemberdayaan Masyarakat 2026

15 April 2026
Dirreskrimsus Polda Gorontalo Maruly Pardede.

Usai Praperadilan Ditolak, ZH Terancam Dijemput Paksa Polisi

15 April 2026
f.hms

Pelantikan Ketua TP PKK Bone, Ismet Mile Pertegas Peran Dasawisma Desa ‎

14 April 2026
f.ist

TI Gorontalo Siap Tempur di Kejurnas Cadet Junior Kaltim

14 April 2026
f.ist

Pasca Putusan Praperadilan, Rongki Ali Gobel : Harusnya ZH Alias ‘Kak Kuhu’ Segera Ditahan!

14 April 2026

Praperadilan Konten Kreator ‘Ka Kuhu’ Ditolak, Status Tersangka Tetap Sah

14 April 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail-f.hms

Gusnar Ismail Optimis Gorontalo Mampu Survive di Tengah Badai Efisiensi

14 April 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.