
POHUWATO-NN – Sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya jumlah kasus malaria (KLB Malaria) di Kabupaten Pohuwato, Pani Gold Project turut ambil bagian dalam upaya penanggulangan dengan bantuan dana untuk pengadaan insektisida malaria dan larvasida, serta dana untuk kegiatan penyemprotan atau fogging.
Sasaran fogging utamanya adalah kubangan air bekas galian tambang oleh pelaku penambangan tanpa izin di sekitar Dusun Butato Desa Hulawa Kecamatan Buntulia.
“Kami berkomitmen untuk selalu membantu masyarakat dan pemerintah Kabupaten Pohuwato. Terkait dengan kasus malaria, kami turut ambil bagian dalam upaya penanggulangan meningkatnya jumlah kasus malaria,” kata External Affairs Manager Pani Gold Project, Mahesha Lugiana, Selasa (01/01/2024).
MMaheshajuga berharap agar, semua pihak, tanpa terkecuali semua perusahaan yang berkegiatan di Bumi Panua, sebaiknya dilibatkan untuk bersinergi dalam upaya penanggulangan kasus malaria ini.
“Perusahaan hadir di Kabupaten Pohuwato untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Menurut saya, semua perusahaan yang ada di Pohuwato sebaiknya dilibatkan,” tambah Mahesha.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, Fidi Mustafa mengatakan, saat ini grafik kasus masih menunjukkan peningkatan.
Sejauh ini kata Fidi, Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato telah mengambil beberapa langkah, termasuk pencatatan dan pelaporan rutin, penyelidikan epidemiologi, survei kontak dan lingkungan serta pemeriksaan darah massal.
Catatan terbaru, jumlah total kasus 725, kasus baru 39, pasien dalam proses pengobatan berjumlah 39 dan jumlah pasien sembuh 687.
“Sekarang ini kita fokus mencegah penularan dan mendirikan posko di titik masuk lokasi tambang rakyat. Pembagian kelambu, promosi kesehatan dan penyuluhan, monitoring resistensi insektisida terhadap vector malaria dan pemasangan bracket serta penyemprotan di lubang bekas tambang menjadi salah satu langkah yang di ambil Dikes,” ungkap Fidi.
Terpisah, salah satu warga Desa Hulawa, Maryono Elo menyatakan kegembiraannya kerena merasa terbantu dengan kegiatan fogging ini.
Dirinya berharap ada pembagian kelambu khususnya bagi rumah yang memiliki balita.
“Alhamdulillah ada bantuan dari PT PETS [Puncak Emas Tani Sejahtera] untuk kegiatan penanggulangan kasus malaria ini. Kami menyambut baik kegiatan ini yang juga melibatkan masyarakat dalam kegiatan pemberantasan malaria ini,” kata Maryono.
Sebagai informasi, PT PETS merupakan salah satu dari empat perusahaan yang mengelola Pani Gold Project, proyek tambang emas di Gunung Pani di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Tiga Perusahaan lainnya adalah PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), PT Pani Bersama Tambang (PBT) dan PT Mentari Alam Persada (MAP). Semuanya adalah anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk., perusahaan yang telah memiliki pengalaman panjang dalam industri logal dan pertambangan dan senantiasa menjalankan good mining practices.(mus/NN)




















