
NEWSNESIA.ID, BONEBOL – Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Ishak Ntoma, mengatakan bahwa Bangsa Indonesia punya lima potensi kekuatan luar biasa dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Itu disampaikan Sekda Ishak Ntoma saat menjadi pemateri pada kegiatan rapat kerja program pemberdayaan anti narkoba dalam rangka penyusunan kebijakan kabupaten tanggap ancaman narkoba, digelar BNNK Bone Bolango, di Hotel Maqna, Kota Gorontalo, Kamis (17/2/2022).
Lima potensi kekuatan luar biasa itu, sebut Sekda, yakni pertama kita memiliki Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang tangguh. Bahkan salah satu komitmen lembaga negara Kepolisian ini, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), merupakan bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen).
Kekuatan berikutnya atau yang kedua, lanjut Sekda, kita kerjasama lintas sektor, di pusat dibangun oleh kementerian, antar lembaga, kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sedangkan di daerah juga kita seperti itu. Kekuatan itu, tidak mungkin bisa bersatu atau pun bubar, kalau tidak didorong rasa memiliki bangsa ini dengan sebaik-baiknya.
“Kita peduli karena anak cucu kita jangan sampai terpapar narkoba. Rasa antusias, rasa komitmen besar bangsa, itu menjadi pendorong kita untuk bagaimana mencegah dan memberantas peredaran gelap narkoba ini,” tegas Sekda Ishak Ntoma.
Kekuatan ketiga adalah komitmen pemerintah pusat dan daerah. Sedangkan kekuatan keempat adalah penegakan hukum yang membuat kita tetap percaya diri bahwa P4GN bisa kita implementasikan.
Kemudian kekuatan kelima adalah pemahaman dan mengamalan ajaran agama. Semua agama itu sangat komitmen menjaga umatnya agar tidak terpapar narkoba dengan berbagai penyuluhan masing-masing agama. Semua agama menyampaikan bahwa narkoba adalah musuh kita bersama.
“Lima kekuatan ini sungguh sangat luar biasa kalau benar-benar terus kita dorong untuk kita tingkatkan kemampuannya. Yang perlu kita lihat ke dalam adalah apa kelemahan. Apa yang menjadi sasaran kita, sehingga kita hadir di rapat kerja ini untuk mengevaluasi apa saja kelemahan tersebut,” tandas Sekda Ishak Ntoma.(nn/adv)




















