
SULTENG-NN– Pemerintah daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah, diminta dengan tegas, serius menuntaskan persoalan listrik di daerah tersebut. Pemadaman yang kian massif dan menentu membuat kerugian tidak sedikit warga setempat.
Warga mengeluh, pemadaman yang kian massif akhir-akhir ini menimbulkan efek besar terhadap perekonomian. Banyak kerugian dialami masyarakat. Sementara, sampai saat ini belum terlihat langkah konkrit yang diambil pemerintah Bangkep dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Dilansir daro media lokal klikbangkep.com, sudah tiga lembaga dan organisasi kepemudaan Banggai Kepulauan yang memberikan statemen keras terkait pemadaman listrik ini, antara lain Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Bangkep, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trikora, dan Gerakan Pemuda (GP) ANSOR Banggai Kepulauan.
“Kami berharap PJ. Bupati Banggai Kepulauan untuk cepat tanggap soal krisis listrik yang terjadi di Banggai Kepulauan,” tegas Ketua GP Ansor Bangkep, Badar Diasamo, Rabu (16/10/2024), seperti dilansir dari media tersebut.
Sama halnya disuarakan Ketua GAMKI Bangkep, Meiyer Damima, SE., meminta pihak PLN unit Salakan untuk mengganti kerugian konsumen PLN akibat dari pelayanan yang tidak prima dan pemadaman listrik yang bergilir ini.
“Kami meminta PLN untuk mengganti kerugian dari konsumen PLN di Banggai Kepulauan yang rusak peralatan elektroniknya karena pemadaman listrik yang bergilir,” tegas Meiyer Damima.
Krisis listrik di Bangkep harus segera dituntaskan. Wakil rakyat DPR Provinsi Gorontalo dari Dapil Banggai, Bangkep dan Balut juga diharap tidak berpangku tangan. Harus menyuarakan ini sampai kelevel provinsi, bila perlu sampai ke tingkat pusat. (*)






















