
NEWSNESIA.ID (BOALEMO) – Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo menggelar pertemuan dalam rangka koordinasi program kerja Posyandu tingkat Kabupaten Boalemo tahun 2025, Sabtu (17/05/2025).
“Kegiatan ini berjalan sukses tentu atas peran serta seluruh tim dan kader Posyandu di Kabupaten Boalemo. Ditambah juga peran penuh PKK dan unsur organisasi perempuan,” beber Kabid Kesehatan, dr. Roni H. Imran.
Ia membeberkan, sejauh ini ada 140 Posyandu yang aktif berperan dan telah memenuhi kriteria. Yakni, masing-masing terdiri dari minimal 5 kader dan 10 program kegiatan terus dioptimalkakn setiap bulan.
Tak hanya itu, kata dr. Roni menambahkan, sejauh ini kerjasama antara Dinas Kesehatan dan TP Posyandu serta PKK sampai di tingkat kecamatan dan desa sangat baik. Kolaborasi ini sudah dibuktikan lewat prestasi untuk beberapa pencapaian program di level provinsi bahkan nasional.
“Alhamdulillah untuk program penanganan stanting secara statistik merujuk survey yang dilaksanakan pemerintah pusat, kita berada di angka 16 persen, dan itu paling rendah di Provinsi Gorontalo. Tentunya kita semua terus berupaya agar angka ini semakin turun. Ini sangat dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terlebih dari lintas organisasi kaum perempuan, baik itu kader Posyandu, PKK dan lainnya,” ucap dr. Roni Imran didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan, Ramin Abas.
Selain memerangi stunting, lanjut dr. Roni mengatakan, kolaborasi ini pun berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi. Di mana, hasilnya cukup menggembirakan, mengingat angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Boalemo mencapai target nasional dan Renstra.
“Sesuai evaluasi belum lama ini, Kabupaten Boalemo tercatat paling rendah di Provinsi Gorontalo. Semua berkat kerjasama semua pihak yang terus konsisten bergerak menekan angka kematian ibu dan bayi,” pungkasnya.(nn)























