
NEWSNESIA.ID GORUT – Kondisi saat ini serba sulit dan fluktuasi harga yang naik, membutuhkan peran pemerintah dalam mengawasi stok bahan pangan. Selain itu, juga butuh kesadaran bersama terhadap apa yang menjadi hak dan kewajiban.
Ini diungkapkan anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Gustam Ismail saat berbincang dengan sejumlah media belum lama ini. Dirinya sedikit menyentil soal kenaikan harga dan juga kelangkaan gas, BBM jenis pertalite dan antrian untuk solar serta kenaikan jenis bahan bakar lainnya.
Kesemuanya itu tentu sangat berpengaruh pada masyarakat, terutama terhadap kenaikan harga dan juga daya beli masyarakat itu sendiri.
“Yang pertama soal kenaikan minyak goreng yang memang saat ini mau tidak mau harus dibeli masyarakat, dan pemerintah juga ikut memberikan bantuan minyak goreng kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya.
Disisi lain, terhadap kelangkaan gas terutama untuk ukuran 3 kilogram yang semakin sulit untuk ditemukan.
“Ini menjadi pemandangan di setiap pangkalan, dan ketika masyarakat datang selalu stoknya habis,” ujarnya.
Disini juga butuh kesadaran bersama, selain terhadap pengawasan dan sistem pendistribusiannya, tentu terhadap pemanfaatan tabung sudah diketahui bersama.
“Siapa yang berhak menggunakan tabung gas 3 kilogram, dan siapa yang menggunakan selain dari tabung 3 kilogram,” tegasnya.
Terhadap bahan bakar yang sulit sehingga menimbulkan antrian yang panjang, ini tentunya mempengaruhi dari sisi ekonomi.
“Dapat saja berpengaruh pada harga barang, dan yang merasakan dampaknya tentu masyarakat,” kata Gustam Ismail.
Apalagi kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini belum pulih seutuhnya, tentu sangat merasakan dampak yang terjadi saat ini.
“Dan untuk itu ditengah bulan puasa ini, diharapkan agar pemerintah dapat meningkatkan pengawasan dan juga ada solusi lainnya terhadap masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan pangan dan bahan pokok lainnya dengan harga terjangkau,” tandasnya.






















