Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset

by NN Indonesia
17 September 2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH, (Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset yang akan disahkan mendapat sorotan luas. Sebab RUU yang digadang-gadang sebagai senjata ampuh negara untuk melawan korupsi dan kejahatan luar biasa itu bisa disalahgunakan. Hal ini karena adanya beberapa pasal yang kontroversi dan multitafsir.

RUU ini punya tujuan mulia. Tetapi ada 5 pasal yang harus dicermati karena hukum bisa menjadi menakutkan daripada fungsi melindungi. Ini bisa menurunkan kepercayaan rakyat terhadap hukum dan negara. Sebelum disahkan, sebaiknya pasal-pasal tersebut diperbaiki.

Pasal 2 mendalilkan negara bisa merampas aset tanpa menunggu putusan pidana. Masalah yang timbul adalah menggeser asas praduga tak bersalah. Risikonya, pedagang atau pengusaha yang lemah dalam administrasi pembukuan, kekayaannya bisa dianggap ‘tidak sah’.

Demikian juga Pasal 3, yang menyatakan aset dapat dirampas meskipun proses pidana terhadap orangnya tetap berjalan. Ini akan menimbulkan dualisme hukum perdata dan pidana. Risikonya masyarakat bisa merasa dihukum dua kali: aset dirampas, sementara dirinya tetap diadili.

Berikutnya Pasal 5 ayat (2) huruf a, mengatakan perampasan dilakukan bila jumlah harta dianggap ‘tidak seimbang’ dengan penghasilan sah. Persoalannya frasa kalimat ‘tidak seimbang’ sangat subjektif. Risikonya seorang petani yang mewarisi tanah tanpa dokumen lengkap bisa dicurigai, karena asetnya dianggap lebih besar dari penghasilan hariannya.

Pasal 6 ayat (1) juga perlu dicermati. Aset bernilai minimal Rp 100 juta bisa dirampas. Persoalannya ambang batas nominal bisa salah sasaran. Karena seorang buruh yang berhasil membeli rumah sederhana Rp 150 juta bisa terjerat, sementara penjahat bisa menyiasati dengan memecah aset di bawah Rp 100 juta.

Selanjutnya Pasal 7 ayat (1) yang menyatakan aset tetap bisa dirampas meskipun tersangka meninggal, kabur, atau dibebaskan. Persoalannya hal ini bisa merugikan ahli waris dan pihak ketiga yang beritikad baik. Risikonya, anak-anak bisa kehilangan rumah warisan satu-satunya karena orang tuanya pernah dituduh tindak pidana.

Yang juga penting untuk dicermati adalah prosedur perampasan (blokir, sita, pembuktian), di mana didalilkan setelah aset disita, pihak yang keberatan harus membuktikan bahwa harta itu sah (reverse burden of proof). Ini membalik beban pembuktian ke rakyat. Risikonya, rakyat yang tidak paham hukum bisa kehilangan aset karena tidak mampu menunjukkan dokumen formal.

Karena itu, saya menyarankan pembahasan RUU memperjelas definisi pasal-pasal yang kontroversial tersebut. Mulai dari Istilah ‘tidak seimbang’, di mana harus punya ukuran objektif, laporan pajak, standar profesi, atau data ekonomi. Juga perlindungan kepada pihak ketiga dan ahli waris, untuk ditegaskan bahwa harta orang beritikad baik tidak boleh dirampas.

Pun demikian soal pembuktian. Harus tetap menjadi beban aparat penegak hukum. Karena siapa yang menuduh wajib membuktikan, bukan rakyat. Termasuk harus ada putusan pengadilan independen sebagai syarat mutlak perampasan, karena tidak boleh ada perampasan tanpa persetujuan hakim.

Begitu pula proses perampasan, harus transparan dan mengutamakan akuntabilitas publik sehingga proses perampasan harus terbuka, diawasi media dan masyarakat. Negara juga harus menyediakan bantuan hukum gratis, terutama bagi rakyat kecil yang terdampak.

Terakhir, sosialisasi dan literasi hukum harus dikerjakan masif. Rakyat harus diedukasi agar tahu hak-haknya, sehingga tidak mudah ditakut-takuti. Karena ibarat pedang bermata dua, rakyat kecil bisa dikriminalisasi hanya karena lemah administrasi. Sedangkan orang kaya bisa melindungi aset dengan pengacara dan dokumen.

Oleh:
Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH, (Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

Tags: RUU Perampasan AsetSMSI
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

f.antara
Opini

Karhutla Meluas, Korban Berjatuhan: Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi?

19 September 2026
Aris Setiawan
Opini

Bubarkan Saja KADIN Gorontalo

18 September 2026
Headline

Meluruskan Pandangan Kewenangan Polri dan PPNS Dalam Penegakan Hukum Cagar Budaya

11 September 2026
Next Post
Wamen Ossy Dermawan

Wamen Ossy Apresiasi Dukungan Komisi II DPR RI dalam Kenaikan Pagu Anggaran 2026: Berikan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau memberikan potongan tumpeng kepada jajaran pengurus PMI Kabupaten Boalemo pada rangkaian HUT PMI ke 80.(f.dok.pimpinan)

Dari HUT PMI ke 80, Bupati Rum Pagau: Pendonor Terbanyak Siap-Siap Umroh

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH, (Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset

1 tahun ago
Foto hms

11 ASN Inspektorat Daerah Provinsi Gorontalo Dilantik sebagai Pejabat Fungsional

1 hari ago

Begini Cara Mudah Daftar Jadi Peserta GHM 2026!

2 minggu ago

Sejumlah Artis Ternama Bakal Meriahkan GHM 2026

2 hari ago

Khusus Peserta GoHM 2026 dari Luar Daerah, Panitia Pastikan Ada Diskon Besar-besaran Untuk Hotel

5 hari ago
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana paparkan stretegi pasokan pangan hadapi ancaman El Nino dan Nataru.

El Nino Tekan Pasokan Pangan, BI dan TPID Gorontalo Siapkan Strategi Redam Inflasi

2 hari ago

DPRD Gorontalo Utara Desak Ranperda BMD Segera Dituntaskan

4 bulan ago
Eks Pj Gubernur Hamka Hendra Noer saat digiring ke Lapas Gorontalo usai terseret kasus dugaan korupsi Command Center Video Wall yang merugikan negara sebesar Rp 1.7 Milyar.

Sempat Tertunda karena Sakit, Eks Pj Gubernur Gorontalo Akhirnya Ditahan dalam Kasus Command Center

10 menit ago
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali memberikan sambutan pada rangkaian kegiatan hari santri.(f.dok.pimpinan)

Peringatan Hari Santri Jadikan Momentum Peningkatan SDM Handal dan Berkarakter

1 minggu ago
f dok

Kadis Kominfotik Dorong Proses Seleksi Komisioner KI Provinsi Gorontalo

2 hari ago

Terbaru

Eks Pj Gubernur Hamka Hendra Noer saat digiring ke Lapas Gorontalo usai terseret kasus dugaan korupsi Command Center Video Wall yang merugikan negara sebesar Rp 1.7 Milyar.
Gorontalo

Sempat Tertunda karena Sakit, Eks Pj Gubernur Gorontalo Akhirnya Ditahan dalam Kasus Command Center

by NN Indonesia
30 Oktober 2026
0

Eks Pj Gubernur Hamka Hendra Noer saat digiring ke Lapas Gorontalo usai terseret kasus dugaan korupsi Command...

f.hms

Pihak SPPG Wumialo Berjanji Lakukan Perbaikan

30 Oktober 2026
f.hms

KPU Kabgor Gelar Konsultasi Publik, Perkuat Kualitas dan Pelayanan Informasi Publik

30 Oktober 2026
grafis-ist

Provinsi Gorontalo Masuk 9 Daerah di Indonesia yang Sesuai dalam Pengalokasian DAU SG

29 Oktober 2026
Foto hms

11 ASN Inspektorat Daerah Provinsi Gorontalo Dilantik sebagai Pejabat Fungsional

29 Oktober 2026
YR TIM kolaborasi suplai air bersih untuk warga

7 Pekan! YR TIM tetap Konsisten Penuhi Kebutuhan Air Bersih untuk Warga Pohuwato, total sudah 606,5 m³

29 Oktober 2026
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana paparkan stretegi pasokan pangan hadapi ancaman El Nino dan Nataru.

El Nino Tekan Pasokan Pangan, BI dan TPID Gorontalo Siapkan Strategi Redam Inflasi

28 Oktober 2026

GoHM 2026 Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

28 Oktober 2026

Sejumlah Artis Ternama Bakal Meriahkan GHM 2026

28 Oktober 2026

Sejumlah Artis Ternama Bakal Meriahkan GHM 2026

28 Oktober 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.