Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Dunia Sedang Berubah: Indonesia Simbol Kebangkitan Poros Asia

by NN Indonesia
9 September 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
F.ist

Apa arti kehadiran Prabowo Subianto di panggung Beijing bagi Dunia ?

Pertanyaan sederhana ini tiba-tiba viral mengguncang jagat maya setelah foto parade militer Cina. Gambar yang memperlihatkan Xi Jinping, Vladimir Putin, Kim Jong Un, dan Prabowo Subianto berdiri sejajar seolah menggambarkan “The Greatest Four” menjadi sorotan global. Apakah Indonesia kini beralih haluan, atau sedang memainkan diplomasi yang jauh lebih kompleks?

Banyak orang menganggap itu sekadar seremoni. Tapi politik jarang sesederhana itu.

Parade Militer Cina yang Mengguncang

Parade militer di Beijing pada 3 September 2025 bukan hanya pamer kekuatan. Ribuan pasukan berbaris rapi, jet tempur membelah langit, rudal balistik digerakkan di depan mata dunia. Peringatan 80 tahun kemenangan Cina atas Jepang itu seperti pesan lantang: Cina bukan lagi bangsa yang diinjak sejarah, melainkan kekuatan yang siap menentukan masa depan.

Yang lebih mengguncang bukanlah deru tank, melainkan siapa yang hadir. Xi Jinping berdiri di panggung bersama Vladimir Putin, Kim Jong Un, dan Prabowo Subianto. Konfigurasi ini langsung memicu perbincangan global. Dunia sadar, parade itu adalah panggung politik. Cina menggunakan momentum sejarah untuk menegaskan posisinya kini. Dan Indonesia ikut menjadi sorotan, bagian dari simbol poros Asia yang bangkit.

Bergerak dan Berubah

Sejarah selalu bergerak. Abad ke-20 ditandai Perang Dunia dan Perang Dingin. Kini, abad ke-21 diwarnai pergeseran besar. Barat tidak lagi memegang kendali mutlak. Cina tumbuh sebagai kekuatan ekonomi dan militer. Rusia, meski disanksi, tetap berpengaruh. Korea Utara masih jadi simbol perlawanan.

Indonesia tidak bisa lagi hanya jadi penonton. Dengan populasi terbesar keempat, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan demokrasi terbesar ketiga di dunia, kita punya posisi unik. Kehadiran Prabowo di Beijing adalah sinyal bahwa Indonesia mulai diperlakukan sebagai kekuatan strategis. Dunia sedang berubah, dan Asia menjadi panggung utama perubahan itu.

Peran Prabowo dan Warisan Sukarno

Kehadiran Prabowo di Beijing mengingatkan pada Sukarno. Enam dekade lalu, Sukarno berdiri tegak melawan dominasi Barat. Ia membangun poros Jakarta-Beijing-Pyongyang-Moskow.

Hari ini bayangan itu muncul kembali. Bedanya, Prabowo hadir bukan dengan retorika revolusioner, melainkan dengan gaya nasionalis-pragmatis. Tapi simbolnya sama: Indonesia menunjukkan bahwa ia tidak hanya menghadap ke Barat.

Bagi Cina, Indonesia adalah pintu Asia Tenggara, dengan jalur maritim strategis dan pasar besar. Bagi Rusia, Indonesia adalah sahabat lama sejak era Sukarno. Bagi Korea Utara, Indonesia adalah sedikit negara yang berani menjaga hubungan diplomatik tanpa tunduk pada tekanan Amerika. Indonesia bukan sekadar besar, tapi juga penyeimbang.

 

Sindiran Trump dan Ketegangan Barat

Tidak semua pihak nyaman melihat kebersamaan itu. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, langsung menyindir keras Xi Jinping, Putin, Kim, bahkan Prabowo. Ia menuduh pertemuan tersebut sebagai upaya “berkonspirasi melawan Amerika”.

Sindiran itu justru mengkonfirmasi satu hal: bahwa momen Beijing dianggap penting. Amerika khawatir melihat kebangkitan poros Asia, apalagi ketika Indonesia mulai masuk ke dalam orbit itu. Dalam kacamata Washington, kehadiran Prabowo di Beijing tidak lagi bisa dianggap biasa. Ia adalah tanda bahwa keseimbangan dunia sedang bergeser.

Namun, jika kita melihat daftar lengkap 26 negara yang diundang, angkanya relatif kecil jika dibandingkan dengan banyaknya negara anggota PBB, tapi ada pola yang menarik terlihat. Sebagian besar adalah negara-negara yang tidak terikat kuat dengan blok Barat: negara-negara non-blok, negara-negara dari Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), dan negara-negara yang memiliki hubungan historis dengan Cina atau Rusia.

Ini menunjukkan bahwa Cina tidak hanya mengundang sekutu ideologis, melainkan juga mitra-mitra strategis yang penting dan relevan dalam skema tatanan dunia baru. Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, adalah salah satu mitra kunci tersebut.

Sosialisme Modern dan Kehadiran Indonesia

Parade militer di Beijing tidak hanya menampilkan kekuatan senjata, tetapi juga ideologi yang masih hidup: sosialisme dengan wajah modern. Cina, Rusia, hingga Korea Utara menunjukkan bahwa sosialisme bisa mengambil bentuk baru bukan lagi sekadar doktrin klasik, tetapi strategi politik, ekonomi dan kemandirian dalam menghadapi tekanan global.

Kehadiran Prabowo di barisan para pemimpin ini memberi pesan tersendiri. Seperti mimpi Prabowo yang pernah menyatakan keinginannya untuk menjadi pemimpin sosialis di Asia. Dengan semangat mewujudkan keadilan sosial, menolak dominasi asing dan meningkatkan ekonomi kerakyatan, sejatinya sejalan dengan nilai-nilai yang digaungkan dalam parade tersebut.

Di era dunia yang sedang berubah, sosialisme modern tidak harus dimaknai sebagai ideologi tertutup. Ia justru bisa menjadi lensa untuk melihat bagaimana bangsa-bangsa Asia membangun kedaulatan tanpa tunduk pada hegemoni. Di titik ini, Indonesia berperan penting sebagai jembatan: bukan sekadar pengamat, melainkan bagian dari percakapan besar tentang model pembangunan yang lebih adil dan manusiawi.

Sekali lagi, foto Prabowo berdiri sejajar dengan Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Kim Jong Un akan dikenang sebagai momen penting dalam geopolitik dunia. Ia bukan sekadar gambar, tetapi simbol kebangkitan poros Asia. Posisi Indonesia yang menganut politik bebas aktif menjadi modal besar untuk menjembatani berbagai kepentingan.

Dunia sedang berubah, dan di tengah perubahan itu. Indonesia harus menjadi penentu arah.


Bobby Ciputra/ Ketua AMSI
(Angkatan Muda Sosialis Indonesia)

Tags: Poros AsiaPresiden Prabowo Subianto
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Opini

Kebijakan Daring Pasca Lebaran: Solusi atau Ancaman bagi Pendidikan?

3 April 2026
Tim Hukum Pemda, Adnan Parangi, SH.,MH
Headline

Tanggapan Atas Aksi Demonstrasi

28 Februari 2026
Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah-f.hms
Headline

Menembus Ekspektasi

20 Februari 2026
Next Post
f.ist

Tinjau Kondisi Pasar Poyowa Kecil, Weny Ingatkan Soal Drainase

f.ist

Weny Gaib Pimpin Upacara Peringatan HAORNAS ke 42

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

f.ist

Kejaksaan Eksekusi Debitur Adira Finance ke Rutan Kotamobagu

1 hari ago
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Pancasila Sebagai Sumber Perekat Bangsa: Catatan Peringatan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2021

5 tahun ago

Menelusuri Arti Kemerdekaan sebagai Spirit Menjaga Stabilitas Nasional

6 tahun ago
F.ist

Dunia Sedang Berubah: Indonesia Simbol Kebangkitan Poros Asia

8 bulan ago
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Saatnya Masyarakat Cerdas dalam Memilih Pemimpin

5 tahun ago
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Indonesia Diserang Virus Varian Baru Covid-19: Pemerintah Menerapkan PPKM Level 4

5 tahun ago
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Pentingnya Rekonsiliasi Politik Pasca Pilkada

5 tahun ago
Proses rangkai besi

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Pohuwato Mulai Masuk Tahap Pengecoran

22 jam ago
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Pilkada Telah Selesai: Saatnya Masyarakat Kembali Bersatu

5 tahun ago
Alvian Mato

Pemprov Bantah Tuduhan Pemkot Gorontalo

6 hari ago

Terbaru

f.hms
Headline

Lahan Kritis di Gorontalo Terus Meningkat

by NN Indonesia
5 Mei 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong kolaborasi konkret antara pemerintah daerah dan Kementerian Kehutanan dalam...

Proses rangkai besi

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Pohuwato Mulai Masuk Tahap Pengecoran

4 Mei 2026
f.ist

Kejaksaan Eksekusi Debitur Adira Finance ke Rutan Kotamobagu

4 Mei 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail-f.hms

Gorontalo Defisit Rp 2,1 Triliun

3 Mei 2026
f.hms

Ini Profil Lengkap Kajati Gorontalo yang Baru

3 Mei 2026
f.ist

Marogena Law Office – Kanoana Law Firm gelar aksi Sosial “Pengacara Keliling: Konsultasi Hukum Gratis”

2 Mei 2026
f.ist

DPP IKASmansa Tancap Gas, Pengembangan Infrastruktur & SDM Jadi Target Utama

2 Mei 2026
f.hms

Pimpin Upacara Hardiknas, Ismet Mile Tekankan Mutu Pendidikan Tanggungjawab Bersama

2 Mei 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menemui para buruh saat berdemo di Rujab Gubernur Gorontalo.

Hormati Perjuangan Buruh, Gubernur Gusnar Konsisten Temui Buruh di May Day

1 Mei 2026
Proses pembangunan jembatan perintis garuda yang dilakukan secara gotong royong oleh TNI dan masyarakat

Progres Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Pohuwato Capai 60 Persen, Dandim: Dipacu Tepat Waktu

1 Mei 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.